Selasa, 13 Jumadil Akhir 1437 H
Materi Presentasi Pendirian Teater
Semua manusia mempunyai hati, dalam
hati mengandung sifat-sifat penyerapan, dikarenakan panca indra yang dimiliki
oleh manusia itu sendiri, yaitu mata dan telingga. Di dalam al-Qur’an ada
istilah bagi orang-orang yang tidak berjalan sesuai dengan aturan agama, bahwa
mereka sesunggunhya buta, yaitu buta hatinya, bukan buta matanya.
Apa yang bisa membuat orang
terbuka hatinya, untuk memahami aturan
agama dan mau melaksanakan aturan agama, telah banyak dilakukan oleh para
pendakwah. Kami, ingin juga ikut berpartisipasi, dalam menyadarkan diri kami
terutama, juga kepada yang laiinya, yaitru mereka-mereka yang masih kurang
besemangat dalam perkara-perkara agama atau akhirat, agar punya peningkatan
membekali diri, dalam rangka persiapan menuju kepada-Nya.
Kita ingin berusaha dalam seni peran,
bisa pembacaan puisi, puitisasi cerpen, cerita dan dongeng serta drama. Orang
yang membawakan puisi, atau puitisasi cerpen, atau cerita atau dongeng dan atau
drama, dengan pembawaan yang penuh penghayatan dan perasaan, insya Allah, akan
bisa menyentuh perasaan hati, sehingga dengan demikian ada gelora-gelora yang
mengetarkan hati, manakala mendengarkan melihat pembacaan puisi, atau puitisasi
cerpen, atau cerita, atau dongeng, dan drama.
Sebuah filem yang bercerita tentang pendekar
samurai, terdapat pada komunitas tersebut, seorang pemimpin, yang hampir tidak
pernah tertawa. Akan tetapi, ia ternyata diluar dugaan, bahwa pemimpin
tersebut, bisa membuat banyak orang tertawa, dengan peranya di pentas pangung
drama yang disaksikan oleh orang banyak.
Timbulah pengertian kepada kita,
bahwa kecangungan pergaulan dalam masyarakat yang bisa jadi lebih banyak
individualisme, bisa di pecahkan dengan cara kerja seni, yaitu pementasan untuk
kebersamaan. Kita semua tidak sebagai orang yang ingin punya pergaulan yang
baik dimasyarakat, tentunya menginginkan, satu dengan yang lainnya, saling
akrab juga punya kesadaran agama dan sosial yang baik.
Kerja pentas seni, adalah kerja
banyak orang, menjadi kesempatan untuk saling mengenal karakter masing-masing.
Bagaimana anak-anak bisa saling menyatu dan menghargai sesama teman yang
lainnya, dari peran masing-masing dalam pementasan, begitu juga para remaja,
pemuda dan orang tua, bisa menyatu dalam dunia pementasan, tanpa memandang
suku, golongan dan organisasi.
Peluang untuk saling toleransi,
antara satu dengan yang laiinya, insya Allah, bisa di ciptakan dengan
penyelenggaraan pementasan