Selasa, 22 Maret 2016

192. Presentasi Pendirian Teater, www.sanggarannahel.com



Selasa, 13 Jumadil Akhir 1437 H
Materi Presentasi Pendirian Teater
Semua manusia mempunyai hati, dalam hati mengandung sifat-sifat penyerapan, dikarenakan panca indra yang dimiliki oleh manusia itu sendiri, yaitu mata dan telingga. Di dalam al-Qur’an ada istilah bagi orang-orang yang tidak berjalan sesuai dengan aturan agama, bahwa mereka sesunggunhya buta, yaitu buta hatinya, bukan buta matanya.
Apa yang bisa membuat orang terbuka  hatinya, untuk memahami aturan agama dan mau melaksanakan aturan agama, telah banyak dilakukan oleh para pendakwah. Kami, ingin juga ikut berpartisipasi, dalam menyadarkan diri kami terutama, juga kepada yang laiinya, yaitru mereka-mereka yang masih kurang besemangat dalam perkara-perkara agama atau akhirat, agar punya peningkatan membekali diri, dalam rangka persiapan menuju kepada-Nya.
Kita ingin berusaha dalam seni peran, bisa pembacaan puisi, puitisasi cerpen, cerita dan dongeng serta drama. Orang yang membawakan puisi, atau puitisasi cerpen, atau cerita atau dongeng dan atau drama, dengan pembawaan yang penuh penghayatan dan perasaan, insya Allah, akan bisa menyentuh perasaan hati, sehingga dengan demikian ada gelora-gelora yang mengetarkan hati, manakala mendengarkan melihat pembacaan puisi, atau puitisasi cerpen, atau cerita, atau dongeng, dan drama.
Sebuah filem yang bercerita tentang pendekar samurai, terdapat pada komunitas tersebut, seorang pemimpin, yang hampir tidak pernah tertawa. Akan tetapi, ia ternyata diluar dugaan, bahwa pemimpin tersebut, bisa membuat banyak orang tertawa, dengan peranya di pentas pangung drama yang disaksikan oleh orang banyak.
Timbulah pengertian kepada kita, bahwa kecangungan pergaulan dalam masyarakat yang bisa jadi lebih banyak individualisme, bisa di pecahkan dengan cara kerja seni, yaitu pementasan untuk kebersamaan. Kita semua tidak sebagai orang yang ingin punya pergaulan yang baik dimasyarakat, tentunya menginginkan, satu dengan yang lainnya, saling akrab juga punya kesadaran agama dan sosial yang baik.
Kerja pentas seni, adalah kerja banyak orang, menjadi kesempatan untuk saling mengenal karakter masing-masing. Bagaimana anak-anak bisa saling menyatu dan menghargai sesama teman yang lainnya, dari peran masing-masing dalam pementasan, begitu juga para remaja, pemuda dan orang tua, bisa menyatu dalam dunia pementasan, tanpa memandang suku, golongan dan organisasi.
Peluang untuk saling toleransi, antara satu dengan yang laiinya, insya Allah, bisa di ciptakan dengan penyelenggaraan pementasan