Bismillaah.
Ponpes Al Hikmah, Karangmojo, Gunung KIdul, Yogyakarta
Sabtu, 11 Robi’ul Awal 1439 H/30 Desember 2017 M
LATAR BELAKANG BERDIRINYA SANGGAR AN NAHEL
Dalam kehidupan manusia, ada banyak
kejadian-kejadian yang memilikan bagi kita. Baik di tingkat anak-anak seperti,
menjahili satu anak dengan anak yang lainnya, pergaulan bebas antara putra dan
putri, banyaknya orang-orang Islam yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagai
orang Muslim, seperti sholat lima waktu. Kewajiban kita adalah beramar ma’ruf
nahi mungkar. Bagaimana menasehati mereka-mereka agar mau menyadari
kesalahannya.
Ada banyak organisasi kemasyarakatan Islam
yang telah terjun di tengah masyarakat dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar.
Seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Salafi. Ketiga atau dua organisasi
kemasyarakatan, yaitu Muhammadiyah dan Nahdaltul Ulama, punya garapan dakwah
masing-masing di masyarakat. Dan Salafi, yang tidak mengatas namakan organisasi
kemasyarakatan, juga punya anggotanya masing-masing. Alangkah indahnya, apabila
ke tiga komponen tersebut diatas bisa saling bersinergi.
Seyogyanya yang aktifis di Muhammadiyah,
tidak alergi terhadap pendapat-pendapat dari Nahdlatul Ulama, dan sebaliknya,
selama ada dalil yang menguatkan. Begitu juga dengan yang berfaham Salafi,
hendaknya tidak alergi terhadap pendapat-pendapat yang disampaikan oleh
Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dan sebalinknya, selama ada dalil yang
menguatkan, dan masih dalam taraf perbedaan pendapat.
Dalam hal ini sanggar An Nahel, akan
berusaha bergerak dalam bidang seni dalam rangka menginstal akhlak mulia di
tengah-tengah masyarakat, dengan selalu mengindahkan pendapat-pendapat dari
Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan Salafi dalam berkesenian. Dimana di harapkan
bisa menjadi sarana ikut berpartisipasi dalam amar ma’ruf nahi mungkar. Aamiin.
Terjadi di suatu sekolah, satu anak di
pukul oleh anak yang lainnya yang lebih besar. Ada juda anak sekolah, yg
melihat hal-hal negatif di hp yang di milikinya, juga kenakalan kenakalan
remaja dan orang tua yang lainnya. Yang tidak bertanggung jawab terhadap
perbuatan jelek yang dilakukannya yang merugikan dirinya ataupun orang lain. Seperti
pacaran, pergaulan bebas, perselingkuhan, dan lain-lainnya. Dari hal-hal
tersebut diatas, sanggar an nahel, ingin berusaha ikut berperan dalam memberikan
nasehat lewat seni.
Sebagaimana apa yang dikatakan oleh DR.
Yusuf Qordowy,
Rabu, 25 Jumadil Ula 1438 H/22
Februari 2017 M, pukul, 10:07
Kalau dalam ilmu kesehatan ada
istilah sakit badan (jasmani), dan dalam psikolagi ada istilah sakit jiwa (gila),
maka mestinya juga ada istilah sakit rohani, yakni ketika fungsi otak kiri dan
otak kanan tidak berjalan secara seimbang. Sehingga orang cenderung hanya
menjadi “makhluk material”, dan tidak mampu menjadi “makhluk spiritual”.
Malahan penyakit jiwa yang paling parah sesungguhnya adalah sakit rohani, dan
bukan sakit gila. Karena orang yang sakit gila, sebagaimana disebutkan dalam
hadits Nabi, tidak akan dimintai pertanggungjawaban terhadap perbuatanya sampai
dia sembuh dari sakitnya. Orang yang mengalami sakit rohani tidak sadar
mengenai baik dan buruk, benar dan salah, yang disebut dalam Al-Qur’an bahwa
keburukan itu dihiaskan dalam diri manusia: a faman zuyyina lahu su-u amalihi
faro’ahu hasanah. Apakah orang yang dihiaskan pada dirinya kejahatannya sehingga
kelihatan baik? (Q.S.35:8)
Klaten, senin, 30 Jumadil Ula 1438 H/27 Februari 2017 M, pukul,
16:07
Erich
Frormm pernah mengatakan bahwa apabila hendak membangun bangsa, maka bangunlah
masyarakatnya; bila hendak membangun masyarakat, maka bangunlah ‘hati’nya? Bila
hati kacau, masyarakat lumpuh, bangsa dan negara hancur
Selasa, 29 Shofar 1438 H/29
Nofember 2016 H
Pd hr Sabtu, tgl, 26 Shofar 1438
H/26 November 2016 M, di Universitas Nadlatul Ulama, mengadakan pembekalan PKN
(praktek Kuliyah Nyata). Dlm sambutanya, bapak. Rektor, Universitas Nahdlatul
Ulama, beliau, bapak Dr. H. Mufrod Teguh Mulyo, M.H, hafidhohulloh, mengatakan,
ketika padi menjadi beras, yang awalnya gabah, bukankah tadinya, ditumbuk di
lesung, mk bukan karena alat untuk menumbuknya, yg menjadikan beras menjadi
bersih, tp, karena gesekan-gesekan gabahnya, sehingga menjadi bersih.
TUJUAN
PROGRAM
MANFAAT
TARGET