Rabu, 24 Januari 2018

Memburu Lelaki Jalang

Klaten, Kamis Kliwon, 8 Jumadil Ula 1439 H/25 Januari 2018, pukul : 09:02

Abstrak

        Betapa sedih lelaki itu sepulang dari perantauannya, mengetahui kakak perempuannya beberapa kali menangis sedih karena tingkah laku anak semata wayangnya, yang telah membuat aib bagi keluarga. Dalam keadaan kondisi ekonomi yang belum mapan juga suami yang telah diceraikan, karena tidak memberikan nafkah sebagai kewajibannya, serta masih kekanak-kanakan. Sarijem berjuang untuk mempertahankan gairah hidupnya yang kadang naik-kadang turun.
      Perempuan yang menginjak remaja itu, telah ditipu oleh lelaki hidung belang, ditipu luar dalam. Wajah yang ayu terpancar di raut muka Ningsih, nama anak tersebut, yang merupaka keponakan dari Kang Dirgo. Kang Dirgo, telah di tinggal oleh ayahnya sejak umur 4 tahun, sekarang kang Dirgo berumur 44 tahun, ia lahir di sebuah desa yang orang-orang di dalamnya hampir semuanya kurang memahami dalam ilmu agama Islam.Begitu juga dalam pergaulan antara lelaki dan perempuan agak bebas. Kang Dirgo mau-tidak mau harus keluar dari kampungnya itupun diluar dugaan dan rencana ibunya, yang berjuang dengan penuh semangat untuk menghidupi ke lima anaknya yang masih kecil-kecil.
       Bersyukur pada Alloh Subhanahu wa Ta'ala, kang Dirgo di bawa keluar dari desanya sejak usia menjelang remaja, tepatnya pada usia 12 tahun menjelang 13 tahun. Kang Dirgo di bawa oleh keluarga suami istri yang merasa prihatin akan keadaan keluarga miskin kang Dirgo, dimana ibunya hanya penjual jagung bakar di malam sore hari sampai menjelang malam.
       Kang Dirgo telah mendapatkan tempaan fisik atau raga dari salah satu pendekar Tapak Suci di kota Santri dan di kota Santri itu pula ia mendapatkan tempaan batin atau rohani. Kang Dirgo belum merasa cukup untuk kembali ke kampungnya, yang nantinya salah satu yang di tuju adalah mengejar sang lalaki Jalang yang ia dapatkan informasinya dari kakak perempuannya yang suatu saat berkirim surat. Sang ibu yang rajin ibadah, mewanti-wanti agar jangan pulang dulu takut ada apa-apa sebelum menempa diri dengan ilmu-ilmu dunia dan ilmu-ilmu akhirat. Orang tuannya tahu yang akan di hadapi anaknya sepulangnya nanti adalah pemilik keris setan Qobar, yang seakan-akan dunia akan ia gengang semuannya. Maka atas pesan dari mendian ayahnya pak Waris, agar anaknya menemukan pemilik keris naga runting keris milik kakeknya yang gagal di kuasai olek pak Waris, agar berhasil melawan pemegang keris setan Qobar yang terkenal dengan lelaki jalang. Dan julukan kakeknya sebagai pemegang keris naga runting adalah lelaki narimo ing pandum, (selalu menerima perintah dariSang Pengusa Jagad Raya dengan penuh kegembiraan}

      

Kamis, 04 Januari 2018

Berbagi Cerita

Klaten, Jum'at, 17 Robi'ul Tsani 1439 H

Menyamakan fungsi cerita dengan media masa. Bahwa fungsi media masa ada 4.
1. Informasi
2. Pendidikan
3. Hiburan
4. Kontrol sosial

Begitu juga bisa jadi  cerita teladan yang merupakan karya sastra bisa menempati ke empat hal tersebut diatas.