Selasa, 27 Maret 2018

Guru Ngaji

Ketika membaca postingan bahwa penonton film ini hanya lima orang, entah saya malah sangat ingin menonton film ini. Kemudian saya ceritakan kepada anak2 saya, dan mereka sangat antusias untuk menonton juga. Ternyata hanya sekali diputar dalam sehari, karena penonton sedikit.
Film Guru Ngaji ini menceritakan seorang Ustadz atau Guru Ngaji yang bekerja sebagai badut sirkus disebuah pasar malam. Himpitan ekonomi membuatnya harus bekerja sebagai badut karena sebagai guru ngaji hanya dibayar alakadarnya bahkan hanya dibayar makanan. Namun, ketika warga tahu bahwa Ustadznya merangkap menjadi badut sirkus, mereka tidak terima bahkan dianggap aib yang mencoreng nama kampungnya.
Kisah realita kehidupan memang jarang sekali peminatnya, penonton lebih suka diberi film yang berisi percintaan, dongeng, impian, bahkan hantu jadi jadian. Film Guru Ngaji memang didedikasikan untuk para guru ngaji yang ikhlas, yang mereka harus kerja keras menghidupi keluarganya dengan pekerjaan apapun .
Jangan dibandingkan dengan film barat dengan segala efek canggih dan pemain bintangnya. Justru dengan melihat film ini, kita akan menjadi sadar bahwa inilah kenyataan yang ada di indonesia, kita masih hidup di Indonesia....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar