Ketika membaca postingan bahwa penonton film ini hanya lima orang,
entah saya malah sangat ingin menonton film ini. Kemudian saya
ceritakan kepada anak2 saya, dan mereka sangat antusias untuk menonton
juga. Ternyata hanya sekali diputar dalam sehari, karena penonton
sedikit.
Film Guru Ngaji ini menceritakan seorang Ustadz atau
Guru Ngaji yang bekerja sebagai badut sirkus disebuah pasar malam.
Himpitan ekonomi membuatnya harus bekerja sebagai badut karena sebagai
guru ngaji hanya dibayar alakadarnya
bahkan hanya dibayar makanan. Namun, ketika warga tahu bahwa Ustadznya
merangkap menjadi badut sirkus, mereka tidak terima bahkan dianggap
aib yang mencoreng nama kampungnya.
Kisah realita kehidupan memang jarang sekali peminatnya, penonton
lebih suka diberi film yang berisi percintaan, dongeng, impian,
bahkan hantu jadi jadian. Film Guru Ngaji memang didedikasikan untuk
para guru ngaji yang ikhlas, yang mereka harus kerja keras menghidupi
keluarganya dengan pekerjaan apapun .
Jangan dibandingkan dengan film barat dengan segala efek canggih dan pemain bintangnya. Justru dengan melihat film ini, kita akan menjadi sadar bahwa inilah kenyataan yang ada di indonesia, kita masih hidup di Indonesia....
Jangan dibandingkan dengan film barat dengan segala efek canggih dan pemain bintangnya. Justru dengan melihat film ini, kita akan menjadi sadar bahwa inilah kenyataan yang ada di indonesia, kita masih hidup di Indonesia....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar