Minggu, 21 Februari 2016

Cerita Dewasa, Jangan Anggap Biasa (www.sanggarannahel.com, no. 184)

Senin, 22 Jumadil Awal 1437 H
Bismillah
Hari-hari ini, kita mendengar, kata-kata, yang bagi agama apapun akan berusaha untuk mencegahnya, agar tidak terjadi  praktek hal-hal tersebut. Kata-kata, prostitusi, lesbian, gay, biseksual dan transgender. Dimana kata-kata tersebut bagi orang awam, sangatlah asing, kecuali mungkin kata-kata prostitusi. Sungguh, jika hal-hal tersebut diatas, yakni 5 hal yang di tulis tebal diatas dilakukan oleh orang yang beragama Islam, maka menjadi kewajiban kita semua, untuk menasehatinya. Terutama mungkin prostitusi. Jika ia beragama Islam, maka menjadi pertanyaan. Apakah ia tidak faham terhadap agama yang ia peluk? Atau Ia sesungguhnya faham, tapi Ia tidak mengindahkannya. Sebagaimana mungkin terjadi pada cerita di bawah ini. Seseorang yang bekerja sebagai karyawan swasta, mendaftarkan diri untuk menikah di usia 50 tahun, sudah punya anak laki-laki berumur 29 tahun dan anak perempuan berumur 26 tahun. dalam pendaftaran di pernikahanya, ia melampirkan akte gugutan cerai dari istrinya, yang terkabulkan pada tahun 2013. Calon istrinya mempunyai anak 2 , juga dengan dirinya, yang mereka semua sudah pada dewasa, dan sudah ada yang bekerja dan lulus SMA. Sang suami berpamitan kepada istrinya untuk merantau keluar jawa, ternyata di luar jawa Dia kecantol dengan wanita lain, sampai mempunyai anak. Yang sekarang mengajukan nikah secara resmi. Istri pertama begitu lama di tinggalakan sang suami, tidak di beri nafkah. Disini juga timbul pertanyaan, apakah betul sang lelaki tersebut telah nikah siri? kalau belum berartikan sang perempuan melakukan praktek prostitusi secara terselubung. Jangan-jangan hal-hal seperti itu bagaikan gunung es, artinya yang di ketahui cuman sedikit, padahal aslinya banyak terjadi di masyarakat hal-hal seperti itu. Mari, walaupun setahab-demi setahab, kami mengajak kepada semuanya, agar perdulu, kepada praktek-praktek perbuatan keji dan mungkar. Sampai-sampai monyetpun sangat murka, terhadap perbuatan keji tersebut. Sebagaimana Imam Bukhori rahimahullah, menceritakan dari sahabatnya rahimahullah, tentang monyet-monyet yang sangat murka, kepada 2 temanya yang berselingkuh, sehingga mereka berdua kera rajam. (blog : menginstal akhlak)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar