Senin, 22 Jumadil Awal 1437 H
Bismillah
Hari-hari
ini, kita mendengar, kata-kata, yang bagi agama apapun akan berusaha
untuk mencegahnya, agar tidak terjadi praktek hal-hal tersebut.
Kata-kata, prostitusi, lesbian, gay, biseksual dan transgender.
Dimana kata-kata tersebut bagi orang awam, sangatlah asing, kecuali
mungkin kata-kata prostitusi. Sungguh, jika hal-hal tersebut diatas,
yakni 5 hal yang di tulis tebal diatas dilakukan oleh orang yang
beragama Islam, maka menjadi kewajiban kita semua, untuk menasehatinya.
Terutama mungkin prostitusi. Jika ia beragama Islam, maka menjadi
pertanyaan. Apakah ia tidak faham terhadap agama yang ia peluk? Atau Ia
sesungguhnya faham, tapi Ia tidak mengindahkannya. Sebagaimana mungkin
terjadi pada cerita di bawah ini. Seseorang yang bekerja sebagai
karyawan swasta, mendaftarkan diri untuk menikah di usia 50 tahun, sudah
punya anak laki-laki berumur 29 tahun dan anak perempuan berumur 26
tahun. dalam pendaftaran di pernikahanya, ia melampirkan akte gugutan
cerai dari istrinya, yang terkabulkan pada tahun 2013. Calon istrinya
mempunyai anak 2 , juga dengan dirinya, yang mereka semua sudah pada
dewasa, dan sudah ada yang bekerja dan lulus SMA. Sang suami berpamitan
kepada istrinya untuk merantau keluar jawa, ternyata di luar jawa Dia
kecantol dengan wanita lain, sampai mempunyai anak. Yang sekarang
mengajukan nikah secara resmi. Istri pertama begitu lama di tinggalakan
sang suami, tidak di beri nafkah. Disini juga timbul pertanyaan, apakah
betul sang lelaki tersebut telah nikah siri? kalau belum berartikan sang
perempuan melakukan praktek prostitusi secara terselubung.
Jangan-jangan hal-hal seperti itu bagaikan gunung es, artinya yang di
ketahui cuman sedikit, padahal aslinya banyak terjadi di masyarakat
hal-hal seperti itu. Mari, walaupun setahab-demi setahab, kami mengajak
kepada semuanya, agar perdulu, kepada praktek-praktek perbuatan keji dan
mungkar. Sampai-sampai monyetpun sangat murka, terhadap perbuatan keji
tersebut. Sebagaimana Imam Bukhori rahimahullah, menceritakan dari
sahabatnya rahimahullah, tentang monyet-monyet yang sangat murka, kepada
2 temanya yang berselingkuh, sehingga mereka berdua kera rajam. (blog :
menginstal akhlak)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar